Tim Penilai Kota Bima BISA Turun ke SMP Negeri 8 Kota Bima
Kota Bima, Jumat, 14 Agustus 2026 — Penilaian Lomba Kota Bima BISA antar sekolah tingkat SD dan SMP se-Kota Bima kembali dilaksanakan. Jumat 14 Agustus 2026 Tim Penilai Kota Bima BISA turun melakukan penilaian di SMP Negeri 8 Kota Bima sekitar pukul 09.30 WITA.
Tim penilai yang seluruhnya berasal dari unsur Pengawas Kota Bima tersebut dikoordinasi oleh Bapak Abdul Salam, MS, S.Pd, M.Pd. Sementara anggota tim terdiri atas Hj. Rohani, S.Pd., Ruslan, S.Pd., Nuraini, S.Pd., dan Erna Astuti, M.Pd.
Setibanya di SMP Negeri 8 Kota Bima, Tim disambut oleh Ibu Kepala SMP N 8 Kota Bima Ibu Eri Wilandari, S.Pd dan didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah. Tim langsung menelusuri berbagai fasilitas dan lingkungan sekolah. Penilaian dilakukan secara menyeluruh, mulai dari ruang kelas siswa, ruang guru, ruang laboratorium, ruang keterampilan, hingga seluruh ruangan dan lingkungan sekolah.
Dalam Lomba Kota Bima BISA, tim penilai melakukan penilaian berdasarkan sejumlah indikator utama, yakni Kebersihan, Keindahan, Sehat, dan Asri. Pada indikator Kebersihan, beberapa sub indikator yang diperhatikan meliputi kebersihan ruang kerja, toilet/WC, halaman sekolah, ketersediaan tempat sampah, pengolahan sampah, drainase, serta sirkulasi udara. Sementara indikator Keindahan mencakup keragaman hiasan, keberadaan bunga hidup, tata letak ruangan, serta berbagai unsur yang mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang nyaman dan menarik. Untuk indikator Sehat, tim penilai melihat aspek sanitasi, ketersediaan wastafel, kondisi kantin, serta penerapan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Adapun indikator Asri antara lain meliputi keberadaan taman hijau, kenyamanan lingkungan sekolah, kebiasaan penggunaan tumbler.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penilaian adalah kebiasaan guru dan siswa dalam membawa tumbler atau botol minum dari rumah. Dalam hal ini, SMP Negeri 8 Kota Bima memiliki kebiasaan yang sangat konsisten. Guru dan siswa telah membiasakan diri membawa air minum dari rumah, sementara setiap kelas juga menyediakan galon air untuk keperluan isi ulang. kebiasaan penggunaan tumbler sebagai bagian dari budaya hidup bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Penilaian ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi antar sekolah, tetapi juga mendorong setiap satuan pendidikan untuk membangun budaya sekolah yang bersih, indah, sehat, asri, nyaman, dan berkelanjutan. Semangat warga SMP N 8 Kota Bima, semoga kita bisa meraih predikat sekolah Bersih, Indah, Sehat dan Asri BISA untuk kesekian kalinya. Amiin
Rh