Pendampingan Guru Wali SMP Negeri 8 Kota Bima, Perkuat Karakter dan Kesadaran Beribadah Siswa
Kota Bima, 11 Agustus 2026 — Pendampingan guru wali menjadi salah satu agenda rutin yang dilaksanakan setiap Selasa pagi pada jam pelajaran pertama di SMP Negeri 8 Kota Bima. Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru wali untuk lebih dekat dengan siswa sekaligus memahami berbagai kebutuhan mereka, baik dalam bidang akademik, pengembangan minat dan bakat, maupun pembinaan karakter.
Setelah pelaksanaan apel pagi, para guru kemudian mencari dan mendampingi anak wali masing-masing dengan duduk secara berkelompok di tempat yang dianggap nyaman. Dalam suasana yang lebih santai dan kekeluargaan tersebut, guru wali melakukan komunikasi, memberikan motivasi, serta memberikan pendampingan berdasarkan hasil diagnosis dan kebutuhan masing-masing siswa.
Pendampingan guru wali tidak hanya diarahkan pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga menjadi sarana untuk memastikan setiap siswa mendapatkan intervensi yang tepat sesuai dengan kebutuhannya. Guru wali diharapkan mampu mengenali potensi, hambatan, minat, bakat, serta perkembangan karakter anak-anak yang menjadi tanggung jawabnya.
Salah satu kegiatan pendampingan dilakukan oleh Ibu Khairunisa bersama delapan anak walinya. Pada kesempatan tersebut, pembinaan karakter menjadi fokus utama, khususnya dalam menanamkan pentingnya ibadah dan membangun kebiasaan melaksanakan salat.
Dalam pendampingan tersebut, Ibu Khairunisa mengajak siswa untuk belajar dan menghafal bacaan-bacaan dalam salat. Siswa terlihat antusias ketika bersama-sama membaca dan menghafalkan bacaan rukuk, i'tidal, sujud, serta duduk di antara dua sujud.
Untuk memudahkan proses belajar dan menciptakan suasana yang lebih interaktif, Ibu Khairunisa juga menerapkan metode tutor teman sebaya. Siswa yang sudah lancar membaca dan menghafal bacaan salat diminta untuk mendampingi teman yang masih mengalami kesulitan. Dengan cara tersebut, siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga saling membantu dan memberikan motivasi kepada teman sebaya.
Penerapan tutor sebaya diharapkan mampu membuat proses pembinaan lebih menyenangkan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri, kepedulian, dan tanggung jawab antarsiswa. Siswa yang sudah menguasai bacaan mendapatkan kesempatan untuk berbagi, sementara siswa yang belum lancar memperoleh pendampingan secara lebih dekat.
Melalui pendampingan yang dilakukan secara rutin, SMP Negeri 8 Kota Bima tidak hanya berupaya meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga membangun karakter dan kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.
Harapannya, setelah memahami tata cara salat dan mampu menghafal bacaannya, siswa tidak berhenti pada kemampuan menghafal semata. Lebih dari itu, mereka diharapkan tumbuh kesadarannya untuk melaksanakan kewajiban salat secara mandiri, disiplin, dan konsisten sebagai bagian dari pembentukan karakter dan akhlak mulia. NS