Guru BK dan Wali Kelas 7E Lakukan Kunjungan Rumah untuk Tingkatkan Kehadiran Siswa

Kota Bima, 10 Agustus 2026 – Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMP Negeri 8 Kota Bima, Nashatun, MA, bersama wali kelas 7E, Unsa, S.Pd., melakukan kunjungan rumah (home visit) ke kediaman salah seorang siswa, Salman, di Kelurahan Penatoi, Kota Bima, pada Senin (10/8/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian sekolah terhadap perkembangan dan kehadiran siswa. Salman menjadi salah satu siswa yang mendapatkan perhatian karena tingkat kehadirannya di sekolah tergolong rendah.

Kedatangan mereka disambut oleh orang tua siswa, Guru BK dan wali kelas kemudian menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan, sekaligus berdiskusi dengan orang tua mengenai kondisi Salman dan kendala yang menyebabkan kehadirannya di sekolah belum optimal.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah meminta kerja sama orang tua untuk meningkatkan pengawasan dan pendampingan terhadap Salman, terutama dalam memastikan anaknya dapat berangkat dan mengikuti pembelajaran di sekolah secara rutin. Sekolah juga menekankan pentingnya komunikasi antara orang tua dan pihak sekolah apabila terdapat kendala yang menyebabkan Salman tidak dapat hadir.

Orang tua Salman menjelaskan bahwa kondisi kesehatan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kehadiran anaknya. Salman disebut pernah mengalami kecelakaan dan setelah kejadian tersebut kerap mengalami keluhan seperti mudah pusing dan kesulitan berkonsentrasi. Kondisi tersebut membuat Salman terkadang mengalami kesulitan untuk mengikuti aktivitas sekolah secara optimal.

Menanggapi hal tersebut, guru BK dan wali kelas menyampaikan pentingnya perhatian bersama antara keluarga dan sekolah terhadap kondisi Salman. Pihak sekolah akan terus melakukan pendampingan serta memantau perkembangan kehadiran dan kondisi siswa.

Kegiatan home visit ini menjadi salah satu upaya SMP Negeri 8 Kota Bima untuk membangun komunikasi yang lebih erat dengan keluarga siswa. Melalui kerja sama antara sekolah, guru, dan orang tua, diharapkan berbagai kendala yang dihadapi siswa dapat ditangani secara bersama sehingga siswa dapat kembali mengikuti pembelajaran secara rutin dan memperoleh haknya untuk mendapatkan pendidikan dengan baik.

Kunjungan rumah tersebut juga menegaskan bahwa penanganan masalah kehadiran siswa tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak. NS