Guru dan Tendik Didorong Berperan Aktif Mendampingi Siswa dalam Program MBG

Kota Bima, 8 Agustus 2026 — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kebiasaan hidup sehat, tertib, dan bertanggung jawab. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pengarahan Pimpinan Bersama Guru dan Tenaga Kependidikan Penerima Manfaat Program MBG yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (8/8/2026), mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai.

Dalam pengarahan tersebut ditegaskan bahwa guru dan tenaga kependidikan pada hakikatnya bukan merupakan penerima manfaat utama Program MBG. Adanya jatah bagi guru dan tenaga kependidikan diberikan dengan pertimbangan bahwa mereka memiliki peran penting dalam mendampingi peserta didik selama pelaksanaan program, khususnya dalam memberikan edukasi dan keteladanan mengenai pola makan bergizi, kebersihan, serta keamanan pangan.

Sejalan dengan hal tersebut, guru dan tenaga kependidikan memiliki sejumlah peran baru dalam pendampingan pelaksanaan MBG di sekolah. Pendampingan tidak sekadar memastikan makanan dibagikan dan dikonsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter dan pembiasaan positif bagi peserta didik.

Beberapa peran yang perlu dilakukan guru dan tenaga kependidikan dalam pendampingan MBG antara lain menyampaikan salam dan mengajak peserta didik bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, mengajak serta mengajarkan peserta didik untuk mencuci tangan sebelum makan, dan memandu mereka agar tertib saat mengantre mengambil makanan.

Selanjutnya, guru dan tenaga kependidikan diharapkan menuntun peserta didik untuk berdoa sebelum makan serta ikut memakan MBG bersama peserta didik. Kehadiran guru saat makan bersama diharapkan dapat menjadi contoh nyata bagi siswa dalam membangun kebiasaan makan yang baik sekaligus menciptakan suasana kebersamaan.

Pendampingan juga mencakup edukasi mengenai gizi dan keamanan pangan. Guru dapat memberikan pemahaman sederhana kepada siswa mengenai pentingnya makanan bergizi seimbang, manfaat mengonsumsi makanan yang disediakan, serta pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan selama kegiatan makan.

Setelah selesai makan, guru kembali memiliki peran dalam membimbing peserta didik untuk berdoa setelah makan, merapikan nampan makanan, serta membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, peduli kebersihan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan demikian, pelaksanaan MBG di sekolah tidak berhenti pada kegiatan pembagian makanan, tetapi menjadi momentum pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan pendidikan gizi, kesehatan, karakter, kebersihan, kedisiplinan, dan kepedulian lingkungan.

Melalui keterlibatan aktif guru dan tenaga kependidikan, Program MBG diharapkan dapat terlaksana secara tertib sekaligus memberikan dampak yang lebih luas bagi pembentukan kebiasaan positif peserta didik. Guru tidak hanya mendampingi siswa untuk makan, tetapi juga menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup sehat, bersih, tertib, dan penuh rasa syukur. NS