Mahasiswa KKN UMB Edukasi Pentingnya Tablet Tambah Darah pada Kegiatan Aksi Bergizi SMP N 8 Kota Bima

Kota Bima - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bima (UMB) yang berposko di Kelurahan Penatoi Kota Bima, memberikan edukasi tentang intervensi Tablet Tambah Darah (TTD) sebagai upaya meningkatkan kesehatan remaja dalam rangkaian Aksi Bergizi di SMP N 8 Kota Bima pada hari Rabu tanggal 5 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja mahasiswa KKN UMB yang bertajuk “KKN Goes to School”. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah yang berada di wilayah Kelurahan Penatoi untuk memberikan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta kompetensi dan ketersediaan sumber daya manusia yang dimiliki.

Edukasi tentang pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah disampaikan oleh Nabila dan Miftah yang mahasiswa dari jurusan Kesehatan. Keduanya tampil percaya diri dan mampu menyampaikan materi dengan baik sehingga mudah dipahami oleh para peserta didik.

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian, khususnya pada remaja putri. Remaja mengalami masa pertumbuhan yang pesat sehingga kebutuhan tubuh terhadap zat gizi, termasuk zat besi, juga meningkat. Selain itu, menstruasi, kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji atau junk food, infeksi cacing, serta kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan dapat menjadi beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya anemia.

Para peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai gejala anemia. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain kondisi 5L, yaitu lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai, serta sering mengalami pusing dan kesulitan berkonsentrasi.

Anemia dapat memberikan dampak terhadap kesehatan dan aktivitas remaja. Dalam jangka pendek, anemia dapat menyebabkan menurunnya konsentrasi dan prestasi belajar. Sementara itu, dalam jangka panjang, anemia yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan pada masa kehamilan, termasuk risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR).

Sebagai salah satu upaya pencegahan, remaja putri dianjurkan untuk mengonsumsi satu tablet tambah darah setiap satu kali dalam seminggu sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan. Tablet tambah darah berperan dalam membantu meningkatkan kadar hemoglobin dan mendukung pembentukan sel darah merah sehingga tubuh menjadi lebih bertenaga dan tidak mudah lemah.

Dalam penyampaian materi juga dijelaskan cara mengonsumsi Tablet Tambah Darah dengan benar, yaitu menggunakan air putih. Untuk memperoleh hasil yang lebih optimal, peserta didik dianjurkan untuk menghindari konsumsi tablet bersama teh atau kopi karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

Selain mengonsumsi Tablet Tambah Darah, peserta didik juga diajak untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dengan mengonsumsi sumber zat besi alami. Sumber zat besi heme dapat diperoleh dari makanan seperti ayam dan daging merah. Sementara itu, sumber zat besi nonheme dapat diperoleh dari sayuran, tahu, tempe, dan buah-buahan seperti jambu biji yang kaya akan vitamin C serta dapat membantu penyerapan zat besi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para peserta didik terlihat sangat antusias menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri. Sebagai bentuk apresiasi, siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah berupa cokelat. Suasana kegiatan berlangsung aktif, menyenangkan, dan penuh semangat.

Kepala SMP N 8 Kota Bima, Erti Wilandari, S.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Beliau mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima yang telah memilih SMP N 8 Kota Bima sebagai tempat pelaksanaan program edukasi kesehatan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Bima yang telah memberikan edukasi kepada peserta didik kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kesadaran siswa, khususnya remaja putri, tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mencegah anemia melalui konsumsi Tablet Tambah Darah dan pola makan bergizi,” ujar Erti Wilandari, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja, menerapkan pola makan yang sehat dan bergizi, serta mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sesuai anjuran sebagai salah satu langkah pencegahan anemia. NS