SMP N 8 Kota Bima Gelar Silaturahmi dan Sosialisasi Program Sekolah Bersama Orang Tua Siswa Baru

Kota Bima - SMP Negeri 8 Kota Bima mengadakan rapat silaturahmi dan sosialisasi program sekolah bersama orang tua siswa baru Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin, 20 Juli 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang laboratorium SMP N 8 Kota Bima dan dihadiri oleh kurang lebih 60 orang wali murid.

Rapat dipimpin langsung oleh Kepala SMP N 8 Kota Bima, Erti Wilandari, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Khairunisa, SE, dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Syarifuddin, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala SMP N 8 Kota Bima menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh orang tua yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri undangan sekolah. Ia kemudian memaparkan visi dan misi sekolah sebagai dasar dalam pelaksanaan seluruh program pendidikan.

Menurutnya, setiap program yang dirancang sekolah harus selaras dengan visi dan misi SMP N 8 Kota Bima, yaitu mewujudkan peserta didik yang beriman dan berakhlak mulia, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, serta peduli terhadap lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyampaikan rencana pembukaan kelas Tahfidz bagi siswa dari berbagai jenjang sebagai bagian dari upaya mendukung program Pemerintah Kota Bima. Selain itu, sekolah juga akan memulai program kelas unggulan yang diharapkan mampu mengembangkan potensi akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik yang lebih baik.

Wakasek Kurikulum, Syarifuddin, S.Pd., menyampaikan bahwa orang tua merupakan orang tua pertama bagi anak, sedangkan guru adalah orang tua kedua selama anak berada di sekolah. Namun demikian, waktu anak lebih banyak dihabiskan di rumah dibandingkan di sekolah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama yang erat antara sekolah dan orang tua dalam proses pendidikan anak.

“Bapak dan Ibu adalah orang tua pertama bagi anak-anak, sementara kami guru adalah orang tua kedua. Namun, harus diingat bahwa waktu anak lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Karena itu, kami sangat berharap kerja sama orang tua dalam proses pendidikan anak-anak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pelaksanaan program kelas unggulan yang akan dimulai pada tahun pelajaran 2026/2027. Penentuan siswa dilakukan berdasarkan beberapa komponen, antara lain hasil tes akademik yang dilaksanakan pada kegiatan MPLS dengan 30 soal dari mata pelajaran IPA, Matematika, dan IPS, tes kemampuan membaca, serta nilai rapor sekolah dasar.

Siswa yang tergabung dalam kelas unggulan nantinya akan memperoleh tambahan jam pelajaran dari hari Senin hingga Kamis untuk mata pelajaran IPA, IPS, Matematika, dan Bahasa Inggris. Kegiatan pembelajaran tambahan tersebut dirancang untuk meningkatkan prestasi akademik dan kemampuan berbahasa Inggris siswa. Dengan adanya tambahan pembelajaran, waktu kepulangan siswa kelas unggulan diperkirakan sekitar pukul 14.00 WITA.

Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga meminta dukungan orang tua terhadap pelaksanaan program kelas unggulan tersebut.

Sementara itu, Wakasek Kesiswaan, Khairunisa, SE, menyampaikan sejumlah program dan kebijakan sekolah yang berkaitan dengan pembinaan karakter, kedisiplinan, literasi, kesehatan, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu program yang disampaikan adalah gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah. Program ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi ayah dalam proses pendidikan anak, mengingat pentingnya keterlibatan kedua orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang dan pendidikan anak.

Terkait penggunaan gawai, sekolah juga menyampaikan kebijakan pembatasan penggunaan telepon seluler di lingkungan sekolah sesuai dengan Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 18 Tahun 2026 tentang Gernas Rana. Siswa hanya diperbolehkan membawa gawai apabila terdapat mata pelajaran atau kegiatan pembelajaran yang memang membutuhkan penggunaan telepon seluler, seperti Informatika, Coding, dan Kecerdasan Artifisial.

Apabila orang tua ingin berkomunikasi dengan anak selama berada di sekolah, komunikasi dapat dilakukan melalui telepon seluler wali kelas, guru wali, maupun guru Bimbingan dan Konseling.

Dalam bidang literasi, sekolah juga akan melaksanakan program BIMBAS (Bimbingan Membaca Siswa). Program tersebut ditujukan bagi beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan membaca.

“Memang membaca bukan lagi menjadi tanggung jawab utama guru SMP, tetapi kami tidak bisa menutup mata terhadap kondisi anak-anak. Kami berharap melalui program BIMBAS, kemampuan membaca siswa dapat meningkat,” ungkap Khairunisa.

Selain itu, pihak sekolah mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam berpakaian dan berpenampilan. Siswa laki-laki diwajibkan memiliki rambut yang pendek dan rapi. Apabila rambut siswa sudah terlalu panjang dan setelah dilakukan pembinaan belum juga dipotong, pihak sekolah meminta izin dan dukungan orang tua untuk melakukan tindakan pembinaan sesuai aturan sekolah. Sementara itu, siswi perempuan diimbau untuk tidak menggunakan make up secara berlebihan dan tidak mengenakan perhiasan yang tidak diperlukan di lingkungan sekolah.

Dalam bidang lingkungan, disampaikan bahwa SMP N 8 Kota Bima baru saja meraih Juara III Lomba Kebersihan Sekolah tingkat Kota Bima. Untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi tersebut, sekolah terus mendorong gerakan pengurangan sampah plastik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah tidak menjual air minum kemasan plastik di kantin sekolah. Oleh sebab itu, siswa diimbau membawa tumbler dari rumah. Selain itu, siswa juga diminta membawa mukena untuk mendukung pelaksanaan salat Zuhur berjamaah di sekolah.

Dalam rapat tersebut, pihak sekolah juga menyampaikan kebutuhan dukungan pembiayaan melalui iuran OSIS sebesar Rp10.000 per bulan. Usulan tersebut mendapat persetujuan secara aklamasi dari para orang tua siswa.

Pada sesi penyampaian usul dan saran, para orang tua menyambut baik berbagai program yang disampaikan sekolah. Orang tua dari Nurkasih Sofia menyampaikan terima kasih kepada pihak sekolah dan menegaskan bahwa dirinya memberikan kepercayaan penuh kepada sekolah selama anak-anak berada di lingkungan sekolah. Ia juga mengajak seluruh orang tua untuk membangun komunikasi dan kepercayaan yang baik dengan pihak sekolah dalam proses pendidikan anak.

Sementara itu, orang tua dari Alfatahul Akbar menyampaikan dukungan terhadap visi dan program sekolah, khususnya penekanan pada pembentukan akhlak dan karakter siswa. Menurutnya, pendidikan akademik dapat berproses secara bertahap, namun pembentukan karakter dan akhlak harus menjadi perhatian utama. Ia menyampaikan bahwa sebagian anak cenderung lebih patuh kepada guru dibandingkan orang tua di rumah sehingga membutuhkan bimbingan dan pembinaan yang konsisten dari sekolah. Ia juga berharap program kelas unggulan dapat dievaluasi secara berkala. Apabila terdapat siswa yang mengalami penurunan prestasi, menurutnya, perlu dilakukan evaluasi dan dimungkinkan adanya pergantian dengan siswa berprestasi dari kelas lainnya.

Dukungan terhadap program sekolah juga disampaikan oleh orang tua Naira Altafunnisa. Ia menyatakan siap mendukung berbagai program sekolah, baik secara materi maupun nonmateri.

Kegiatan silaturahmi dan sosialisasi tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dialog. Melalui kegiatan ini, SMP N 8 Kota Bima berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara sekolah dan orang tua dalam mendidik, membimbing, serta membentuk karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan. NS