SMP N 8 Kota Bima Perkuat Komitmen Mewujudkan Kantin Sehat dan Ramah Lingkungan

Kota Bima, 21 Juli 2026 - Kepala SMP Negeri 8 Kota Bima, Erti Wilandari, S.Pd., didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Khairunisa, SE., melakukan koordinasi dengan para pengelola kantin sekolah terkait penerapan kantin sehat dan pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah.

Koordinasi tersebut dilakukan setelah ditemukan beberapa jenis makanan dan minuman yang dijual di kantin yang belum sepenuhnya sesuai dengan kriteria kantin sehat serta belum mendukung program pengurangan sampah plastik yang terus digaungkan oleh SMP Negeri 8 Kota Bima.

Dalam arahannya, Kepala SMP Negeri 8 Kota Bima berharap adanya kerja sama dan komitmen dari seluruh pengelola kantin sebagai bagian dari tata kelola sekolah. Menurutnya, keberadaan kantin tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyediakan makanan dan minuman bagi warga sekolah, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung program kesehatan dan lingkungan sekolah.

“Sekolah berharap pengelola kantin dapat bekerja sama dan mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Ini bukan berarti sekolah ingin mengurangi rezeki para pengelola kantin, tetapi kita ingin memastikan makanan dan minuman yang dijual aman, sehat, dan sesuai dengan program sekolah,” tegas Erti Wilandari.

Sementara itu, Wakasek Bidang Kesiswaan, Khairunisa, SE., menyampaikan bahwa kantin menjadi salah satu indikator penilaian dalam berbagai kegiatan dan perlombaan, seperti lomba kebersihan sekolah, lomba Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) Aman, serta berbagai kegiatan lainnya.

“Kita berharap pengelola kantin taat terhadap aturan dan mendukung program sekolah. Kita tidak ingin memberikan keterangan yang tidak jujur tentang menu yang dijual dan tidak ingin pula harus sembunyi-sembunyi ketika ada pemantauan dari Puskesmas, Dinas Kesehatan, maupun BPOM yang berkunjung ke sekolah,” jelasnya.

Ia menambahkan, penerapan kantin sehat merupakan bagian dari upaya bersama untuk mendukung program makanan sehat dan bergizi bagi peserta didik. Selain itu, pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai juga diharapkan dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Menanggapi imbauan tersebut, para pengelola kantin menyambut positif arahan dari pihak sekolah. Dalam kesempatan itu, pengelola kantin menyampaikan bahwa penjualan mi instan dan air minum dalam kemasan dilakukan karena adanya permintaan dari sejumlah guru.

Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Negeri 8 Kota Bima dengan tegas menyampaikan bahwa warga sekolah harus menjadi contoh dalam mendukung program kantin sehat dan pengurangan sampah plastik.

“Kalau guru mau makan mi instan, silakan makan di luar lingkungan sekolah,” tegasnya.

Koordinasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan pengelola kantin dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, bersih, aman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. Dengan adanya komitmen bersama, kantin sekolah diharapkan tidak hanya menjadi tempat membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pendidikan yang mendukung terwujudnya peserta didik yang sehat, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan. NS