Guru SMP N 8 Kota Bima Ikuti Seminar Digitalisasi Cerita Rakyat Bima

Kota Bima – Guru SMP N 8 Kota Bima, Khairunisa, SE, mengikuti Seminar Cerita Rakyat Bima dengan tema “Digitalisasi Kumpulan Cerita Rakyat Bima: Melestarikan Kearifan Lokal Dana Mbojo sebagai Warisan Generasi Masa Kini dan Masa Depan” pada Kamis, 16 Juli 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Paruga To’i H. M. Noor Latif, lantai tiga Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bima. Kehadiran Khairunisa, SE, dalam kegiatan tersebut atas undangan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bima, dalam kapasitasnya sebagai Guru Master Kota Bima.

Seminar ini menjadi ruang penting untuk menggali, mendokumentasikan, sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan cerita rakyat Bima kepada generasi muda. Cerita rakyat tidak hanya mengandung kisah dan hiburan, tetapi juga menyimpan nilai-nilai kearifan lokal, sejarah, budaya, serta pesan moral yang sangat relevan untuk diwariskan kepada generasi masa kini dan masa depan.

Khairunisa, SE, mengungkapkan kebahagiaannya dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar ini memberikan banyak pengetahuan baru sekaligus mempertemukannya dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian dan kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.

“Saya sangat bahagia bisa mengikuti seminar ini karena mendapatkan banyak ilmu dan bertemu dengan teman-teman baru. Dari kegiatan ini saya semakin mengetahui bahwa Bima begitu kaya dengan cerita rakyat,” ungkapnya.

Ia berharap hasil penelitian dan dokumentasi cerita rakyat Bima dapat menjadi tambahan sumber referensi dalam pembinaan siswa, khususnya dalam mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kota Bima.

“Semoga kumpulan cerita rakyat yang telah diteliti dan didokumentasikan ini dapat menjadi sumber referensi tambahan dalam pembinaan siswa pada ajang FTBI Kota Bima,” harapnya.

Pada kesempatan tersebut, Khairunisa juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Ahyansyah beserta tim peneliti dari Universitas Nggusuwaru (UNSWA) Kota Bima yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk menelusuri serta meneliti cerita rakyat Bima di berbagai kecamatan yang ada di Kota Bima dan Kabupaten Bima.

Upaya tersebut dinilai sangat penting dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya Dana Mbojo. Melalui digitalisasi, cerita rakyat Bima diharapkan tidak hanya tersimpan sebagai dokumentasi, tetapi juga dapat diakses, dipelajari, dan dimanfaatkan oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya daerah.

Kegiatan seminar ini menjadi bukti nyata bahwa pelestarian budaya lokal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk pemerintah, akademisi, peneliti, guru, dan masyarakat. Dengan demikian, kekayaan cerita rakyat Bima dapat terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi. NS