Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menjadi salah satu materi MPLS calon siswa baru SMP N 8 Kota Bima
Selasa, 14 Juli 2026. Masih dalam suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Tidak kalah menariknya di hari pertama, dihari kedua MPLS calon siswa baru masih dengan kegiatan kegiatan yang menarik. Kegiatan dilaksanakan secara outdoor dan juga indoor. Ada materi yang bersifat classical ada juga yang per kelompok regu. Salah satu materi yang diterima hari ini yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Dalam Pembelajaran Deep Learning yang dicanangkan Kementrian Pendidikan 7 Kebiasaan anak Indonesia hebat merupakan program yang dicanangkan dalam rangka membangun karakter positif anak sejak dini demi mewujudkan generasi emas tahun 2045.
Ibu Rahmi, M.Pd salah satu pemateri dalam kegiatan MPLS ini menyampaikan bahwa materi ini cukup bagus untuk dibawakan pada materi MPLS. Anak anak bahkan sudah menghafal cuman ketika ditanya apakah kebiasaan anak ini sudah diterapkan. hanya beberapa yang jawab iya. Selebihnya belum menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Jadi penting rasanya materi ini dikonsumsi secara berkelanjutan tentunya dengan memastikan calon siswa baru untuk menerapkan apa yang menjadi kebiasaan itu.
Gerakan 7 Kebiasaan anak Indonesia Hebat antara lain dirancang untuk mengembalikan kedisiplinan dan kesejahteraan (well-being) anak-anak Indonesia yang mulai tergerus oleh gaya hidup sedentari (kurang gerak) dan kecanduan gawai. Berdasarkan panduan terbaru dari Kemendikdasmen (2024-2025) 7 Kebiasaan anak Indonesia Hebat ini antara lain :
Pertama, Bangun Pagi yakni Membiasakan anak untuk memulai hari lebih awal. Kebiasaan ini melatih kedisiplinan biologis (ritme sirkadian) dan memberikan waktu ekstra untuk persiapan mental sebelum sekolah. Kedua, Beribadah bermakna menempatkan spiritualitas sebagai fondasi utama. Ini bukan hanya tentang ritual, tetapi membangun “kesadaran bertuhan” sehingga anak merasa diawasi dan dijaga, yang berdampak pada kejujuran dan integritas. Ketiga, Berolahraga yakni kebiasaan untuk Mengatasi masalah obesitas dan fisik yang lemah pada anak. Olahraga rutin memicu hormon endorfin yang membuat anak lebih bahagia dan siap menerima pelajaran. Keempat, Gemar Belajar Mengubah paradigma belajar dari “kewajiban” menjadi “kegemaran”. Fokusnya adalah menumbuhkan rasa ingin tahu (curiosity) dan literasi, bukan sekadar mengejar nilai akademis. Kelima, Makan Sehat dan Bergizi untuk Merespons isu stunting dan gizi buruk. Anak diajarkan untuk memilih makanan yang “halal dan thayyib” (baik/bergizi), serta mengurangi konsumsi gula berlebih dan makanan instan. Keenam, Bermasyarakat (Bersosialisasi) Melawan fenomena anak yang antisosial akibat gawai. Poin ini mendorong anak untuk aktif dalam kegiatan gotong royong, organisasi, atau sekadar bermain fisik dengan teman sebaya untuk mengasah empati. Ketujuh, Tidur Lebih Awal (Tidur Cepat) untuk Menjamin kualitas istirahat. Kurang tidur pada anak usia sekolah terbukti menurunkan fungsi kognitif dan emosional.
Materi ini disampaikan selama kurang lebih 1 jam oleh masing masing pemateri di kelas di hari kedua MPLS. Semoga anak anak semakin memahami pentingnya melaksanakan 7 kebiasaan Anak Indonesia sehingga terlahir anak anak hebat generasi emas dimasa yang akan datang