PLSCC PGRI Kota Bima Gelar IHT Peningkatan Mutu Guru Menuju Kota Bima Bisa

Kota Bima - PLSCC PGRI Kota Bima menggelar kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Bukan Sekadar Modul Ajar: Rahasia Membuat Modul Ajar Jadi Lebih Bermakna” dengan tema “Peningkatan Mutu Guru Menuju Kota Bima Bisa” pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 158 peserta yang merupakan utusan PGRI ranting dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA/SMK se-Kota Bima.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PGRI Kota Bima Drs. Alwi Yasin, M.AP, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Bima Fahmi Hatib, serta Koordinator Pengawas dan seluruh pengurus PGRI Kota Bima.

Dalam laporannya, Ketua Panitia Mulyadin, S.Kom., M.Pd menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan kebersamaan yang terjalin selama ini menjadi modal penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Bima.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam memajukan pendidikan dan meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam menyusun modul ajar yang lebih bermakna bagi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah VI Bima, Fahmi Hatib, mengapresiasi langkah PLSCC PGRI Kota Bima yang tetap menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi guru di tengah masa libur sekolah. Menurutnya, PGRI sebagai organisasi profesi guru tertua di Indonesia telah memberikan banyak kontribusi bagi kemajuan pendidikan nasional. Ia berharap kegiatan IHT ini dapat menghasilkan berbagai inovasi pembelajaran yang berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota dan Kabupaten Bima.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PGRI Kota Bima, Drs. Alwi Yasin, M.AP. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa proses belajar tidak mengenal waktu dan tidak pernah mengenal kata libur.

“Belajar itu tidak ada liburnya. Guru harus terus mengembangkan diri dan menjadi pendidik yang kaya akan konsep serta gagasan. Karakter bangsa ada di tangan guru, sehingga guru memiliki peran yang sangat strategis dalam menentukan masa depan generasi penerus,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan IHT merupakan salah satu jawaban untuk merumuskan strategi dan metodologi pembelajaran yang mudah dipahami dan diserap oleh peserta didik. Melalui forum seperti ini, para guru dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik baik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, terdapat satu kata kunci yang harus terus dibangun dalam dunia pendidikan, yaitu sinergisitas. Dengan sinergi yang kuat antarpendidik, organisasi profesi, pemerintah, dan masyarakat, berbagai tantangan pendidikan dapat dihadapi secara bersama-sama.

Dalam kesempatan tersebut, Alwi Yasin juga menyoroti sejumlah tantangan yang saat ini dihadapi generasi muda, di antaranya kenaikan harga kebutuhan hidup yang tidak menentu, rendahnya penguasaan teknologi, serta semakin renggangnya hubungan sosial di tengah masyarakat. Tantangan-tantangan tersebut memerlukan perhatian dan peran aktif guru dalam membimbing peserta didik agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai sosial dan karakter bangsa.

Mengakhiri sambutannya, beliau berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan IHT dalam kehidupan sehari-hari dan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Semoga apa yang didapatkan hari ini dapat diterapkan dengan baik demi mewujudkan tujuan mulia pendidikan, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan membentuk generasi yang berkarakter, kompeten, serta siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan IHT ini, PLSCC PGRI Kota Bima menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan profesionalisme guru dan kualitas pendidikan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi Kota Bima Bisa. NS