Kota Bima, 8 Juni 2026 — SMP N 8 Kota Bima melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Senin, 8 Juni 2026 bertempat di Ruang Laboratorium sekolah. Kegiatan ini membahas persiapan pembukaan kelas unggulan untuk peserta didik kelas VII tahun pelajaran 2026/2027.
FGD dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah dan dihadiri oleh seluruh Tim Pengembang Kurikulum serta staf Tata Usaha. Dalam pengantarnya, Kepala Sekolah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bima pada saat acara gelar karya dan pelepasan siswa kelas IX sebelumnya, yang menekankan pentingnya pengembangan kelas tahfidz di lingkungan sekolah.
Lebih lanjut disampaikan bahwa SMP N 8 Kota Bima tengah merancang program kelas unggulan yang terdiri dari empat peminatan, yaitu kelas Sains, Tahfidz, Olahraga, dan Seni. Program ini dirancang sebagai upaya mengakomodasi potensi, minat, dan bakat peserta didik, sekaligus menjawab tantangan peningkatan mutu pendidikan di sekolah.
Dalam sesi diskusi, Bapak Yunus Raepunya menyampaikan bahwa konsep kelas unggulan tersebut sangat baik dan merupakan inovasi dalam pengelompokan siswa berdasarkan minat dan bakat. Ia juga menambahkan bahwa model seperti ini pernah diterapkan pada masa sebelumnya dalam bentuk kelas unggulan terbatas. Namun demikian, ia mengingatkan adanya beberapa tantangan teknis, seperti pemerataan jumlah siswa sesuai ketentuan Dapodik, penyesuaian struktur kurikulum, tambahan jam pelajaran, pembiayaan program, kontribusi orang tua, serta mekanisme evaluasi.
Pendapat senada disampaikan oleh Bapak Yusdarwita yang menilai program kelas unggulan memiliki sisi positif dan negatif. Menurutnya, program ini dapat meningkatkan prestasi siswa, khususnya dalam persiapan Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan berbagai lomba lainnya. Namun di sisi lain, perlu diantisipasi agar kelas lain tetap mendapatkan perhatian dan tidak menjadi kurang aktif.
Sementara itu, Bapak Supian Sauri menyampaikan persetujuan terhadap konsep kelas unggulan, namun menyarankan agar implementasinya difokuskan pada satu kelas unggulan terlebih dahulu sebagai tahap awal uji coba.
Setelah melalui diskusi yang cukup dinamis, seluruh peserta FGD akhirnya menyepakati bahwa kelas unggulan akan dibuka untuk kelas VII tahun pelajaran 2026/2027. Mekanisme seleksi peserta didik akan dilakukan berdasarkan nilai rapor SD serta hasil tes seleksi yang dijadwalkan pada hari Kamis, 9 Juli 2026 sebelum kegiatan MPLS dimulai.
Selain itu, program tahfidz akan diterapkan sebagai program wajib bagi seluruh siswa kelas VII. Untuk pelaksanaannya, akan dilakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an. Siswa yang belum lancar akan mengikuti pembinaan membaca Al-Qur’an terlebih dahulu, sementara siswa yang sudah lancar akan diarahkan ke kelas tahfidz dengan target hafalan Juz 30.
Sebagai tindak lanjut, guru Pendidikan Agama Islam diminta untuk menyusun proposal kegiatan guna mendukung implementasi program kelas tahfidz tersebut.
Kegiatan FGD ini berlangsung dengan penuh antusias dan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting sebagai langkah awal penguatan program kelas unggulan di SMP N 8 Kota Bima. NS