Apel Pagi SMPN 8 Kota Bima, Ingatkan Persiapan SAS dan Disiplin

Kota Bima – SMPN 8 Kota Bima menggelar apel pagi pada hari Senin, 11 Mei 2026 di lapangan sekolah sebagai pengganti upacara bendera yang sementara ditiadakan. Keputusan tersebut diambil karena lapangan upacara masih dipenuhi tumpukan kursi dan meja bekas kegiatan pengambilan video penamatan siswa kelas IX yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Mei 2026 lalu.

Proses pengangkutan kembali meja dan kursi ke ruang kelas serta laboratorium sebenarnya telah diupayakan secepat mungkin dengan bantuan siswa kelas VII dan VIII. Namun karena jumlah perlengkapan yang cukup banyak, penataan belum dapat diselesaikan tepat waktu sehingga pelaksanaan upacara bendera terpaksa ditunda.

Menyadari kondisi tersebut, Kepala SMPN 8 Kota Bima, Erti Wilandari, S.Pd., mengambil langkah cepat dengan tetap melaksanakan apel pagi agar pembinaan kedisiplinan siswa tetap berjalan. Apel dipimpin oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Syarifuddin, S.Pd., karena kepala sekolah sedang mengalami flu.

Dalam amanatnya, Syarifuddin, S.Pd. mengingatkan seluruh siswa agar memaksimalkan waktu belajar selama tiga pekan terakhir menjelang pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) kelas VII dan VIII yang dijadwalkan berlangsung mulai 8 Juni 2026.

Selain itu, siswa juga diingatkan untuk menjaga kedisiplinan dalam berpakaian dan berpenampilan. Siswa laki-laki diminta mencukur rambut agar tetap rapi, sedangkan seluruh siswa diimbau menjaga kebersihan diri dengan memotong kuku secara teratur. Khusus siswa perempuan, sekolah juga menegaskan larangan penggunaan make up secara berlebihan serta nail art di lingkungan sekolah.

Pada kesempatan tersebut sekolah kembali menegaskan aturan larangan membawa handphone (HP) ke sekolah. Siswa yang ingin menghubungi orang tua untuk keperluan penjemputan diarahkan menggunakan HP wali kelas atau guru lainnya. Penggunaan HP hanya diperbolehkan apabila ada mata pelajaran tertentu yang memang membutuhkan perangkat tersebut atas arahan guru.

Tidak kalah penting, seluruh siswa diingatkan untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan sekolah. Dalam amanatnya disampaikan bahwa seluruh warga sekolah memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kebersihan. Siswa diminta tidak saling menunggu atau bertanya siapa yang bertugas piket ketika melihat sampah, melainkan langsung memungut dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

Melalui apel pagi tersebut, sekolah berharap semangat disiplin, tanggung jawab, dan budaya hidup bersih terus tumbuh dalam diri seluruh siswa SMPN 8 Kota Bima. NS