SMPN 8 Kota Bima Gelar Ujian Praktik Muatan Lokal, Siswa Tunjukkan Kreativitas Kuliner Tradisional

Kota Bima - SMP Negeri 8 Kota Bima kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan budaya lokal melalui pelaksanaan ujian praktik mata pelajaran muatan lokal yang digelar pada Kamis, 30 April 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang kelas IX dengan suasana penuh semangat dan antusiasme dari para siswa.

Sebanyak 81 siswa kelas IX yang terbagi dalam tiga rombongan belajar dan delapan kelompok mengikuti ujian praktik ini. Setiap kelompok diberikan tanggung jawab untuk mengolah serta menyajikan makanan khas daerah Bima sebagai bentuk implementasi pembelajaran berbasis keterampilan dan kearifan lokal.

Adapun materi yang diujikan berfokus pada kemampuan siswa dalam memasak sekaligus menyajikan berbagai jenis kuliner tradisional Bima. Beragam hidangan khas berhasil disuguhkan oleh para siswa, di antaranya urap, palumara, londe, ayam bakar, sambal khas Bima, kato uta, serta aneka menu tradisional lainnya. Tidak hanya memperhatikan cita rasa, para siswa juga menunjukkan kreativitas dalam penyajian, sehingga hidangan tampak menarik dan menggugah selera.

Selama proses ujian berlangsung, para siswa terlihat bekerja sama dalam kelompok, mulai dari tahap persiapan bahan, pengolahan, hingga penyajian akhir. Kekompakan dan kerja sama tim menjadi salah satu aspek penting yang turut dinilai dalam kegiatan ini, selain keterampilan memasak dan kualitas rasa makanan.

Penguji praktik, Ibu Maryati, S.Pd. dan Ibu Khaerunisyah, S.Pd., memberikan penilaian positif terhadap hasil kerja siswa. Menurut mereka, secara umum siswa telah mampu mengolah dan menyajikan makanan khas Bima dengan baik. Rasa masakan yang dihasilkan pun dinilai layak dan tidak diragukan. Hal ini menunjukkan bahwa siswa mengikuti proses pembelajaran dengan sungguh-sungguh serta mampu mencapai indikator penilaian yang telah ditentukan.

Kepala SMPN 8 Kota Bima, Ibu Erti Wilandari, S.Pd., turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga kepada para guru dan siswa kelas IX yang telah berupaya maksimal dalam menyukseskan ujian praktik ini. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya melatih keterampilan siswa, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya dan kuliner tradisional daerah.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya mampu memasak, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya yang terkandung dalam setiap makanan khas daerah. Ini menjadi bagian penting dalam upaya melestarikan warisan budaya Bima,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau juga menegaskan bahwa pembelajaran muatan lokal memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa yang kreatif, mandiri, dan menghargai kearifan lokal. Dengan adanya ujian praktik ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan keterampilan hidup (life skill) yang bermanfaat di masa depan.

Kegiatan ujian praktik ini berjalan dengan lancar dan tertib hingga selesai. Suasana penuh kebersamaan, semangat, dan keceriaan tampak mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa sekaligus memperkuat kecintaan mereka terhadap kuliner tradisional Bima. NS