Lima Siswa SMPN 8 Kota Bima Ikuti Buka Puasa Bersama Anak Yatim yang Digelar BAZNAS Kota Bima

Kota Bima - Sebanyak lima orang siswa SMP Negeri 8 Kota Bima mengikuti kegiatan Buka Puasa Bersama Anak Yatim yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kota Bima pada Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan penuh kebersamaan tersebut berlangsung di Masjid Agung Al Muwahhidin dan dihadiri oleh anak-anak yatim dari berbagai sekolah tingkat SD/MI dan SMP/MTs di wilayah Kota Bima. Ikut hadir dan mendampingi anak-anak pada kegiatan tersebut adalah Ibu Khairunisa, SE selaku Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan.

Adapun lima siswa yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Wulandari, Rila Latifah Silwa Salsabilla, Nadyah Aldha Selviani, dan Muhammad Syafran. Kelima siswa tersebut berstatus yatim karena ayah mereka telah meninggal dunia, sehingga saat ini ibu mereka menjadi tulang punggung keluarga. Bahkan ada di antara mereka yang berstatus yatim piatu dan tinggal bersama neneknya. Kondisi kelima anak tersebut memang patut mendapatkan perhatian lebih, apalagi pada saat bulan Ramadan penuh berkah ini. diharapkan santunan yang diterima dapat membantu kebutuhan mereka sehingga bisa menjalankan Ibadah Ramadan dengan hati bahagia.

Kegiatan buka puasa bersama ini dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofyan, SH. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS Kota Bima yang telah menginisiasi kegiatan sosial tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan bahwa amanah yang diberikan kepada pengurus BAZNAS telah dijalankan dengan baik sehingga para muzakki (pemberi zakat) merasa tenang dan percaya dan pemerintah yang memberikan mandat juga aman.

Pada kesempatan tersebut, anak-anak yatim yang hadir juga menerima santunan yang bersumber dari dana zakat. Wakil Wali Kota menegaskan bahwa program-program BAZNAS selama ini telah banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, seperti membantu orang tua jompo, memberikan bantuan usaha kecil, hingga program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Hal ini merupakan bentuk sinergi nyata antara BAZNAS dan Pemerintah Kota Bima dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Beliau juga menjelaskan bahwa penerima santunan zakat telah ditetapkan sesuai dengan delapan golongan (asnaf) yang berhak menerima. Kegiatan santunan anak yatim ini bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi lebih menekankan pada peningkatan rasa kemanusiaan dan kebersamaan sebagai sesama anak bangsa.

Di akhir sambutannya, beliau memberikan motivasi kepada anak-anak yatim agar tidak berkecil hati dengan kondisi yang dihadapi saat ini. Dengan rajin belajar, semangat berusaha, dan terus berdoa, beliau meyakini bahwa masa depan yang lebih baik dapat diraih. 

Kegiatan berlangsung dengan suasana haru dan penuh kehangatan, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi serta menumbuhkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan. NS